Kolom Investasi Kerjasama

Selamat Datang Dan Berbagi Ilmu Pengetahuan

Salam kunjung!

Dengan mengunjungi Blog saya, saya berharap anda kan tumbuh jiwa wirausaha baru sehingga tercipta lapangan kerja baru yang tangguh dan berjaya di bumi pertiwi INDONESIA, meski pemerintah kita belum siap untuk konsisten menjalankan pemberdayaan sejati yang berbasis Output/ Hasil nyata dari program yang diterapkan dan berpaku pada laporan / data belaka.

Salam Enterpreneur Sejati!!

Rabu, 03 November 2010

Bengkel Motor

gambar 1 : pekerjaan awal membangun sebuah bengkelgambar 2 : Bengkel telah beroperasi
Angka penjualan sepeda motor yang terus meningkat, semakin banyak terlihat sepeda motor mendominasi jalanan serta harga bensin yang selalu naik belum lagi ditambah dgn masih banyaknya sepeda motor keluaran 5 – 10 thn yg lalu yg masih berseliwaran dijalanan. Bengkel Motor adalah bagian dari penunjang fakta tsb.


Bengkel ini dibuka bulan Juni 2009 lalu, persiapannya :

1. Lokasi, lakukan survey dengan melihat :

1.1. jumlah sepeda motor yg lalu-lalang,

1.2. perumahan disekitar Bengkel.

1.3. kompetitor Bengkel lain yang ada disekitar lokasi dimana Bengkel mau dibuka.

2. Cari Mekanik, persiapannya :

2.1. rencanakan jumlah rata-rata sepeda motor yang akan diservice per hari.

2.2. pertimbangkan area service.

Baru kemudian bisa menentukan kebutuhan mekaniknya.

3.Tentukan jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan di Bengkel, kemudian cari alat-alat keperluan Bengkel.

Besar investasi sebuah Bengkel bergantung pada keinginan kita. Untuk contoh Bengkel seperti pada gambar ini investasinya 125 juta. Pencatatan pelanggan dan jenis perbaikan, inventory spare parts serta Administrasinya sudah menggunakan System Komputerisasi.

Pada bulan September 2009, Bengkel ini sudah bisa membiayai operasionalnya yang terdiri dari gaji karyawan, listrik, telp.

Bila kebetulan rekan-rekan sudah lama mempunyai ide bikin Bengkel, ini bisa jadi semangat untuk mewujudkan ide tersebut, untuk detailnya silakan e-mail di sukses@peluangide.com.

Sumber : copy from other blog.

Bubur Ayam


Salah satu menu sarapan pagi favorit adalah BUBUR AYAM.

Di Jl. Sumagung 3 daerah Kelapa Gading, seorang sahabat mengambil alih warung BUBUR AYAM. (Niko, nama sahabat saya tidak mempunyai pengalaman dalam usaha makanan. Sebagian besar waktunya digunakan untuk meng-inspirasi setiap individu or group untuk “SUCCESS TOGETHER”).

Total modal yang dikeluarkan untuk mengambil alih usaha tersebut adalah 5 jt-an. 1 mangkuk Bubur Ayam + Teh Manis harganya 9 ribu, jam buka dari jam 6 pagi hingga jam 12 siang dan selalu habis Buburnya.. Setelah dikurangi gaji karyawan, belanja bahan-bahan dan biaya sewa ruang 1 juta sebulan, rata-rata penghasilan bersih dari usaha bubur Ayam tersebut antara 2 jt hingga 3 jt-an (tidak sama setiap bulannya).

Niko sangat jarang sekali datang ke warungnya, kontrol dilakukan hanya dengan laporan harian belanja bahan2 mentah dan laporan harian penjualan. Hasil penjualan (pemasukan) disetor ke rekening Niko hari itu juga (karena dekat BCA). Sangat SIMPLE … (tapi tetap ada pembukuannya yach).

Semoga anda lebih ter-inspirasi
SALAM ENTERPRENEURSHIP

Resep Bubur Ayam

Bahan Bubur Ayam :
300 gram beras, cuci bersih
2.000 ml air
4 lembar daun salam
garam secukupnya

Bahan Kuah Bubur Ayam :
1/2 ekor ayam kampung, potong-potong
2.000 ml air
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
1 ruas ibu jari lengkuas, memarkan
minyak goreng secukupnya

Resep Bumbu Bubur Ayam (dihaluskan) :
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 ruas jari kunyit bakar
garam secukupnya

Pelengkap Bubur Ayam :
kedelai goreng
bawang merah goreng
cakwe iris jalus
kecap asin
seledri iris halus
kerupuk kanji

Cara Membuat Bubur Ayam :
Bubur : Didihkan air, masukkan beras, masak hingga mendidih sambil sesekali diaduk hingga beras hancur. Tambahkan daun salam dan garam, aduk. Kecilkan api, teruskan memasak sambil sesekali diaduk hingga jadi bubur.
Kuah : Didihkan air, masukkan ayam kampung, masak hingga ayam matang.
Panaskan 2 sendok makan minyak goreng, lalu tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan lengkuas hingga harum. Angkat, masukkan ke dalam air rebusan ayam, lalu aduk. Masak terus hingga ayam cukup lunak dan bumbu meresap. Angkat ayam.
Goreng ayam (jangan terlalu kering), suwir-suwir dagingnya, sisihkan. Saring kuahnya, sisihkan.
Siapkan mangkuk saji, tuang bubur, beri ayam suwir, taburi kedelai goreng, bawang merah goreng, cakwe, kecap asin, dan beri kuah panas-panas. Tambahkan seledri iris dan kerupuk.

Minggu, 28 Maret 2010

Memulai Bisnis Laundry


Rabu, 4/11/2009 | 22:48 WIB

KOMPAS.com - Bagaimana memulai bisnis laundry? Mulai dari modalnya, perincian biaya untuk membeli alat dan fasilitas yang harus dipenuhi, hingga perkiraan pengeluaran per bulan dalam bisnis laundry dan keuntungannya. Selain itu, jika ingin ber-partner apa saja kriteria partner bisnis yang baik dan dapat dipercaya? Jika kita tak sanggup membeli alat atau fasilitas berat seperti mesin cucinya, apakah bisa menyewanya?

Di Indonesia ada beberapa jenis usaha yang masih termasuk ke dalam kategori bisnis laundry alias cuci-mencuci baju.

Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu.

Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan dengan cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa dicuci secara biasa.

Usaha jenis ini yang dulu hanya dilakukan secara rumahan atau terdapat di hotel-hotel mewah untuk fasilitas tamunya, lalu mulai menjamur di tahun 1990-an, sejak dimulainya sistem franchise (waralaba) bisnis ini dari luar negeri.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan, yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah.

Tak berhenti sampai di situ, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cuci-setrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan. Yaitu laundry biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian).

Nah, bila Anda menginginkan bisnis laundry untuk kelas menengah yang bisa terjangkau seluruh lapisan, mari kita lihat persiapan apa saja yang harus dilakukan.

Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.

Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.

Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.

Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.

Kendati Indonesia negara tropis dengan matahari yang terus bersinar, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Maka, dibutuhkan mesin pengering cucian.

Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal, meski membutuhkan tenaga pekerja lebih banyak.

Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari komponennya: biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, air, bahan kimia untuk dry-clean, dan SDM (pekerja). Untuk lokasi bisa di rumah sendiri, terutama lokasi untuk tempat mencuci. Sedangkan air, bisa pakai air tanah, tapi usahakan disaring lebih dulu karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian.

Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa laundry modern yang lebih mewah dan mahal bisa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan. Dibutuhkan 1 orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 orang pekerja di tempat pencucian, 1 orang untuk mencuci, dan 1 orang lagi untuk setrika pakaian.

Modal terbesar yang harus dipersiapkan adalah untuk pembelian mesin-mesin dan sewa tempat. Adapun harga mesin relatif ke jenis mesin yang ingin dibeli. Mesin cuci punya spesifikasi, tergantung dari jumlah kilogram yang ingin dicuci apakah 10 kg, 20 kg, 30 kg, dan seterusnya, begitu juga dengan mesin pengering. Untuk mesin-mesin kelas industri keluaran Jerman memiliki kualitas terbaik, tapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan mesin keluaran Jepang.

Untuk memulai usaha jenis rumahan, Anda bisa memakai mesin rumahan, tetapi daya tampung cucinya kurang besar. Sehingga bila permintaan cucian meningkat Anda harus menggunakan beberapa mesin cuci. Berbisnis laundry mengandalkan kuantitas yang besar, karena keuntungan per potong dari sisi nominal tak terlalu besar.

Maka, pemasaran atau jumlah cucian akan amat menentukan kapan investasi Anda kembali modal serta keuntungan yang ingin diraih. Jika usaha ini ingin dilakukan dengan skala menengah memang dibutuhkan modal yang cukup besar, antara ratusan juta sampai satu miliar rupiah.

Ber-partner jadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Namun, mencari partner pun tak mudah. Harus ada kecocokan dan kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha bersama. Juga harus ada hitung-hitungan tegas dan jelas dalam modal serta sistem bagi hasil. Jika tak dibuatkan dalam bentuk legal (badan hukum), harus ada perjanjian bersama yang mengikat.

Banyak sekali seluk beluk soal bisnis ini yang bisa Anda ketahui jika ingin memulainya di level menengah. Untuk informasi lebih lanjut, ada asosiasi atau perkumpulan dari pengusaha laundry (khususnya laundry menengah dan besar), dimana Anda bisa bertanya lebih spesifik dan mendetail seputar usaha ini. Salam usaha!

Konsultan: Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®, Wealth Planner™, Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga, Chairman, IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) Indonesia



Editor: din