Kolom Investasi Kerjasama

Selamat Datang Dan Berbagi Ilmu Pengetahuan

Salam kunjung!

Dengan mengunjungi Blog saya, saya berharap anda kan tumbuh jiwa wirausaha baru sehingga tercipta lapangan kerja baru yang tangguh dan berjaya di bumi pertiwi INDONESIA, meski pemerintah kita belum siap untuk konsisten menjalankan pemberdayaan sejati yang berbasis Output/ Hasil nyata dari program yang diterapkan dan berpaku pada laporan / data belaka.

Salam Enterpreneur Sejati!!

Minggu, 28 Maret 2010

Peluang Bisnis ISP Kelas Rumahan


Sabtu, 13/3/2010 | 10:15 WIB

KOMPAS.com - Semakin banyak orang yang enggan berpisah dari internet, barang sehari pun. Tak sedikit orang dan perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari sekadar untuk menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan serius.

Tak heran, kini warung internet (warnet) selalu penuh pengunjung. Kian banyak pula orang yang lebih suka mengakses internet di rumah dengan cara berlangganan layanan akses internet sendiri. Selain tak perlu keluar rumah, mereka lebih bebas menentukan waktu ngenet.

Sekarang banyak tawaran berlangganan internet di rumah. Selain menjadi pelanggan layanan internet service provider (ISP) kelas kakap, termasuk melalui operator telepon seluler, kita bisa juga berlangganan layanan dari ISP-ISP kecil.

Sebenarnya nyaris tak ada beda antara ISP kelas rumahan ini dan ISP kelas kakap. Asal tahu saja, kebanyakan pebisnis ISP kelas rumahan ini sebenarnya mendapatkan akses internet dari ISP besar juga. “Intinya, kami berbagi jaringan ke pelanggan,” ujar Mulyadi Bakir, penyedia ISP kelas rumahan.

Praktik bisnis ini memang mirip dengan bisnis warnet. Perbedaannya, pelanggan tidak perlu bertandang ke warnet bila ingin berselancar ke dunia maya. Penyedia layanan ISP akan menyediakan jaringan internet ke rumah pelanggan.

Ternyata, bisnis ini cukup mendapat sambutan yang positif. Selain karena kualitas internet lebih stabil ketimbang akses internet dari operator ponsel, akses internet melalui ISP umumnya juga lebih cepat ketimbang di warnet. Itu sebabnya, banyak orang lebih suka menggantungkan layanan dari ISP kelas rumahan ini.

Mandiri
Tengok saja, pengalaman usaha Mulyadi yang menggeluti usaha internet rumahan ini sejak empat tahun lalu. Menamai usahanya dengan nama Warnet Rumahan, Mulyadi mengawali usaha dengan membuka warnet. Seiring dengan banyaknya permintaan pelanggan untuk pemasangan instalasi internet ke rumah, Mulyadi bertekad membangun jaringan. “Modal awalnya hanya Rp 40 juta untuk membuat menara dan jaringan,” cetus dia.

Berbeda dengan bisnis warnet yang digelutinya, usaha ISP yang dilakoninya lebih mudah. Dia, misalnya, tak perlu menyediakan komputer, pemilik rumah yang jadi pelanggan pasti punya komputer sendiri. Mulyadi hanya perlu membagi bandwidth atau kapasitas jaringan internet yang dibelinya dari ISP kelas kakap.

Cara Mulyadi menggulirkan bisnis ini kurang lebih seperti berikut. Dia berlangganan internet dari ISP perusahaan telekomunikasi dengan kapasitas bandwidth sebesar 1,7 megabyte berbiaya berlangganan Rp 1,1 juta per bulan.

Dari jatah bandwidth yang dia peroleh, Mulyadi bisa melebarkan jaringan internet ke sekitarnya melalui teknologi tanpa kabel. Para pelanggan kudu membayar jaringan yang dipakainya Rp 250.000 per bulan.

Sayang, tawaran ini kurang menarik di mata pelanggan. Kata Mulyadi, banyak pelanggan lebih suka memanfaatkan jaringan internet yang dia sediakan dengan sistem perhitungan per jam. “Biayanya cuma Rp 3.500 per jam,” katanya.

Nah, dengan pola perhitungan per jam inilah Mulyadi justru memperoleh penghasilan lumayan, yakni Rp 400.000 per hari. Dalam sebulan Mulyadi bisa membukukan omzet Rp 12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional serta gaji pegawai, keuntungan bersih yang dia dapat sekitar Rp 4 juta.

Rupanya, ada sebab pelanggannya lebih suka hitungan per jam seperti di warnet. “Pelanggan bisa memaksimalkan penggunaan internet di rumah saat membutuhkan tanpa perlu ongkos besar,” terang dia. Mulyadi juga diuntungkan dalam pembagian kecepatan dan kestabilan layanan internet karena pelanggan umumnya tak memakai dalam waktu bersamaan.

Selain usaha ini, Mulyadi juga bisa memperoleh penghasilan lain dari melayani pemasangan dan instalasi jaringan internet di seluruh DKI Jakarta. Khusus untuk layanan internet berlangganan di rumah, jangkauan pasar dia baru seputar rumahnya di Cikokol, Tangerang.

Kalau tertarik ingin menjalankan bisnis serupa, sebelum membuka usaha sebaiknya Anda terlebih dulu mengurus izin mendirikan usaha serta izin menjadi distributor ISP dari Departemen Komunikasi dan Informatika serta membangun menara. “Ini enggak gampang, tapi bisa dilakukan,” ujar Mulyadi berbagi tip.

Sumber: Kontan Online Weekend



Editor: din

lapTopper





Senin, 22/3/2010 | 08:27 WIB

KOMPAS.com - Indonesia memang negara yang kaya, termasuk bicara peluang usaha dan ide kreatif pebisnis lokalnya. Bahkan alas laptop yang pernah ditemui di era 60-an di luar negeri, lalu menghilang, kemudian hadir di pasar Indonesia. Kini, dunia pun menyambut brand lokal lapTopper.

Perkenalan awal pada akhir 2007, dengan menjual 50 item lapTopper di Cilandak Town Square, tak disangka menjadi titik awal membludaknya pesanan. Sejak konsumen lokal mengenalnya awal 2008, lapTopper terus menjelajah pasar. Pameran di Singapura pada 2009 menjadi terobosan menembus ekspor. Sejumlah 50 item memancing pesanan berjumlah ratusan pada pameran berikutnya.

Jika pernah ada produk serupa dengan bahan plastik, Juananda Sutan Assin dan suaminya, Ramelan Kosasih, mengenalkan lapTopper dengan alas meja berbahan kayu. Kualitas produknya diakui dunia internasional. Produk asli Indonesia ini sudah beredar di Australia, Brunei Darussalam, Malaysia, bahkan Mesir, selama dua tahun terakhir.

Karakter lapTopper sangat mudah dikenali, dan brand ini sudah melekat kuat saat konsumen melihatnya. Fiturnya terdiri atas bantalan yang nyaman digunakan untuk memangku berapa pun ukuran laptop Anda. Bentuk yang umum adalah seperti huruf U yang terasa pas di pinggang.

Lalu ada bantalan berisi butiran styrofoam yang membuat meja mungil laptop lebih fleksibel dengan apa pun permukaannya seperti di tempat tidur, pangkuan Anda, dan lantai sekalipun. Bahan katun yang membungkus bantalan juga memiliki variasi desain yang unik dan menyesuaikan karakter si empunya. Warna, motif, dan bahkan bahan berdasar batik bisa menjadi pilihan personal.

Desain kayu penyangga juga bisa disesuaikan dengan permintaan, seperti dicetak dengan foto keluarga, atau foto kenangan bersama sahabat. Ukuran tersedia dalam 3 pilihan, yakni S (40 x 30 cm), M (40 x 50 cm), dan L (40 x 60 cm). Bentuk dan motif kayu juga beragam, bahkan ada tambahan kipas yang membantu sirkulasi udara laptop.

Nana, panggilan Juananda, memang mengambil peran penting dalam kontrol kualitas produk. Pemilihan motif, desain, dan bentuk lapTopper, juga melibatkan perannya langsung.

"Bicara desain dan bahan sangat berhubungan dengan taste. Termasuk dalam pemilihan motif dan warna, taste sangat berperan sekali. Tentu saja dengan melihat juga kebutuhan konsumen," papar Nana kepada Kompas Female.

Kejelian melihat tren desain motif dan kebutuhan pelanggan memang menjadi kunci kesuksesan lapTopper. Menurut Nana, produknya memenuhi semua karakter maskulin dan feminin. Segmen pasar pun beragam mulai anak-anak hingga dewasa.

Meski fungsi utamanya adalah sebagai meja laptop yang mobile, lapTopper juga punya fungsi lain seperti alas meja untuk makan, menulis saat di kendaraan, dan lainnya.

Produk multifungsi yang muncul kembali dengan desain apik ini nyatanya berhasil menggaet minat. Produksi sebulan bisa mencapai 2.000 item. Permintaan terus bertambah, seiring terbukanya peluang kerjasama dengan sistem agen, reseller, konsinyasi di sejumlah toko dan sistem penjualan online.

Konsinyasi di lebih dari 10 toko, termasuk Gramedia Grand Indonesia atau Office 2000, mencatatkan pemesanan total 300 - 500 produk tiap bulannya. Belum lagi pesanan dari tiga agen di luar negeri. Sistem reseller menerapkan sistem beli putus dengan minimun order 100 item. Reseller tersebar di Jogjakarta, Balikpapan, Bandung, dan Lampung. Nana mengaku masih banyak kota yang belum tergarap meski berpotensi untuk mengembangkan produknya.

Omzet lapTopper bisa mencapai Rp 100 juta hingga 200 juta per bulan. Harga jualnya bervariasi tergantung ukuran, mulai dari Rp 195.000, Rp 250.000, dan Rp 285.000.

Produk bernilai guna dengan desain personal bukan satu-satunya faktor penglaris. Pelayanan, jejaring, dan hubungan baik dengan pelanggan, agen serta relasi bisnis, menjadi kunci penting lain yang melanggengkan bisnis ini.

Layanan antar juga disediakan gratis bagi pembeli di Jakarta Selatan. Di luar itu ada tambahan biaya pengiriman Rp 20.000. Untuk luar kota atau luar negeri, biaya pengiriman ini menyesuaikan kebutuhan.

Nana mengaku tak perlu membuka toko untuk mensukseskan bisnisnya. Menjalin mitra dengan toko atau melalui sistem yang dibangun saat ini lebih membawa manfaat bagi banyak pihak.

Workshop dan kantor di kawasan Lebak Bulus menjadi satu-satunya pusat produksi dan pemasaran. Kini ia didukung total 12 karyawan dan ahli pembuat meja kayu freelance yang jumlahnya mencapai 20 orang.

"Kapasitas ruang juga sudah mulai tak cukup dan perlu dikembangkan lagi ke depannya," ujar Nana yang sepertinya mulai bersiap meningkatkan kapasitas. LapTopper memang menyasar pasar potensial di sejumlah kota.

lapTopper:
Jl. Karang tengah I no 10 Lebak Bulus, Jakarta Selatan 12440. Telp. 021.75816340, Fax. 021.75816341.
thelaptopper@gmail.com
http://www.laptopperonline.com

C1-10

Editor: din

Membuat Generator Meta Description dan Meta Keyword untuk Blogger

Membuat Generator Meta Description dan Meta Keyword untuk Blogger




Sebelumnya aku ucapkan terima kasih kepada mas Tiyo Avianto yang sudah memberikan tips bagaimana membuat blogger lebih seo friendly. Meski sebuah tips sederhana, namun sangat membantu sekali bagiku yang sedangan mengikuti kontes seo kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang. Kenapa aku bilang sederhana? silahkan baca dari awal sampai akhir!

Tidak seperti wordpress.org yang memiliki bebagai plug ins seo untuk membuat description dan keyword blog berubah-ubah disetiap page/halaman, blogger.com sama sekali tidak ada yang seperti itu. Tapi dengan hak akses penuh yang ada di blogspot, kita ternyata kita dapat membuat sebuah script yang fungsinya mirip dengan All in SEO pada Wordpress.

Script generator meta desciption dan meta keyword ini sudah saya sedikit modifkasi dari apa yang diberikan oleh mas Tiyo Avianto untuk lebih memaksimalkan meta tag terutama untuk memenuhi persyaratan bahwa meta tag itu tidak boleh lebih dari 150 character idealnya.

< meta content="'data:blog.pageTitle" name="'description'/">
< meta content="'data:blog.pageName" name="'keywords'/">

Silahkan bagi anda yang ingin menggunakan script generator meta description dan meta keyword ini, copy ja script diatas kemudian gantikan/paste code diatas pada code meta description yang lama. Dengan script generator meta description dan meta keyword, maka secara otomatis setiap page/halaman memiliki description dan keyword yang berbeda-beda.

Semoga bisa bermanfaat